Semua kandungan di dalam blog ini adalah dari tulisan Ustaz Adi Yanto Meridukansurga di laman Facebooknya. Saya sekadar mencuba menghimpunkannya untuk manfaat semua umat. Terima kasih kepada Ustaz Adi yang memberikan keizinannya - Tulus dari Cipher.

6 Dec 2012

Mengingat Mati


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 Photo: Sudah Siapkah Jika Ajal Menjemput?
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu.

KETIKA AJAL MENJEMPUT Banyak orang memahami bahwa kematian itu terjadi karena sebab-sebab tertentu. Jika orang terkena penyakit kanker, kemudian tidak dapat disembuhkan, akhirnya mati. Orang yang jatuh ke jurang, kemudian kepalanya pecah, itulah yang menyebabkan kematian. Orang yang ditusuk dengan pisau, tepat mengenai jantungnya, itulah yang menyebabkan terjadinya kematian. (Kesalahan Jenis Pertama ) Sebagian orang juga meyakini kematian itu datangnya dari Allah semata. Usaha manusia itu tidak ada gunanya. Manusia cukup hanya pasrah pada Allah. Apapun yang ditetapkan Allah, itulah ajal kita. Manusia tidak perlu bersusah-payah dalam menghindari kematian. Semua sudah sesuai ajalnya (Ini Kesalahan Jenis kedua ).
Lalu bagaimana pemahaman yang benar tentang kematian?
Sesunggguhnya kematian adalah perkara yang GHOIB, kapan, dimana, apa penyebabnya bukanlah perkara yang dapat disandarkan kepada akal belaka, tetapi harus dicari dari sumber informasi tentang hal-hal yang ghoib, yaitu Alquran & sunnah Rasul. Apa yang dikira sebagai penyebab kematian sesungguhnya bukan penyebab (AL-Asbab), tetapi adalah Al-Haal (apa-apa yang biasanya terjadi yang dapat menghantarkan kepada kematian, dan bersifat tidak pasti). Adapun Asbab (hal yang
pasti) penyebaba kematian itu sendiri adalah DATANGNYA AJAL. Sebagaimana firman Allah berikut : Dalil menunjukkan REALITAS KEMATIAN BERASAL DARI ALLAH sebagai –ALMUHYI (Yang menghidupkan) dan Al MUMIT (Yang Maha Mematikan). Kapan kalau sudah sampai AJALnya. “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang Telah ditentukan waktunya” (QS. Ali Imran: 145)
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. (QS. Az-Zumar: 42)
KEMATIAN TIDAK DAPAT MAJU /MUNDUR: KETENTUAN DI TANGAN ALLAH.
“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila Telah datang waktu kematiannya” (QS. Al- Munafiqun:11)
Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya Jika ajal tiba manusi tidak dapat lari. Ajal tidak dapatg dimajukan (meskipun orang sakit parah dan ingin bunuh diri), atau dimundurkan (meskipun orang berlindung dibalik benteng yang kokoh).
DILUAR KUASA MANUSIA (Yakin kematian dari Allah, Yakin Allah selalau melindungi, memuncujlkan semanagt berjuang tanpa takut2) Ini tidak dihisab.
YANG DIDALAM KUASA MANUSIA (SENANTIASA TERIKAT DENGAN SYARIAT ALLAH, Jangan ke dukun jika berobat, Senantiasa terikat dengan hukum Allah (SUNNATULLAH) dalam menghindari kematian.. Menjaga kesehatan dll) Fungsi memahami kematian yang benar
• Selalu berani dan bersemangat (karena dilindungi Allah).
• Selalu terikat dengan hukum syara’ dalam hidup dan berjuang (karena kita mesti mengupayakan Al-haal
kematian yang paling tinggi nilainya).
• Akan senantiasa berhati-hati
dalam hidup dan berjuang (karena tidak boleh masuk kategori bunuh diri).
• Tidak takut mengambil resiko dalam perjuangan yang menuntut kita untuk menegakkan agama.
• Senantiasa bercita-cita untuk mati syahid. Sebuah hadis Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a, bahwa Rasulullah s.a.w
bersabda yang maksudnya: "Bahwa malaikat maut meperhatikan wajah
manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang
merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang
gelak-ketawa. Maka berkata Izrail : Alangkah herannya aku
melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk
mencabut nyawanya, tetapi dia masih berhura-hura dan bergelak-tawa. hari=24 jam atau 1440 menit, dalam sehari kita
dikunjungi malaikat maut sebanyak 7 kali, dengan kata lain
dalam sehari kita malaikat maut
mengunjungi kita setiap 20,57 menit.
SILAHKAN TAG FOTO INI KE TEMAN2 KALIAN SEMUA

Hidup di dunia ini tidaklah selamanya. Akan datang masanya kita berpisah dengan dunia berikut isinya. Perpisahan itu terjadi saat kematian menjemput, tanpa ada seorang pun yang dapat menghindar darinya. Karena Ar-Rahman telah berfirman: “Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami lah kalian akan dikembalikan.” (Al-Anbiya:35)
 

“Di mana saja kalian berada, kematian pasti akan mendapati kalian, walaupun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi
kokoh.” (An-Nisa:78)
 

Kematian akan menyapa siapa pun, baik ia seorang yang shalih atau durhaka, seorang yang turun ke medan perang ataupun duduk diam di rumahnya, seorang yang menginginkan negeri akhirat yang kekal ataupun ingin dunia yang fana, seorang yang bersemangat meraih kebaikan ataupun yang lalai dan malas-malasan.
Semuanya akan menemui kematian bila telah sampai ajalnya, karena memang:“Seluruh yang ada di atas bumi ini fana (tidak kekal).” (Ar-Rahman:26)
 

Mengingat mati akan melembutkan hati dan menghancurkan ketamakan terhadap dunia. Karenanya, Rasulullah memberikan hasungan untuk banyak mengingatnya. Beliau bersabda dalam hadits yang disampaikan lewat sahabatnya yang mulia Abu Hurairah: “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus
kelezatan (kematian).” (HR. At-Tirmidzi no. 2307, An-Nasa`i no. 1824, Ibnu Majah no. 4258. Asy-Syaikh Al- Albani berkata tentang hadits ini, “Hasan shahih.”)

No comments:

Post a Comment