Semua kandungan di dalam blog ini adalah dari tulisan Ustaz Adi Yanto Meridukansurga di laman Facebooknya. Saya sekadar mencuba menghimpunkannya untuk manfaat semua umat. Terima kasih kepada Ustaz Adi yang memberikan keizinannya - Tulus dari Cipher.

28 Jan 2014

Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Kasih Anak Sepanjang Galah



لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Photo
" Kasih Ibu kepada beta...tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia "

Penggalan lagu di atas mengingatkan saya ketika kecil dulu, sering sekali kita menyanyikannya. Cinta Ibu tak dapat terbalaskan, mungkin itu kata-kata yang sering kita ucapkan sebagai anak, karena setiap Ibu selalu memberikan kasih sayangnya dengan tulus, pada anak-anaknya, tanpa meminta bayaran, atau balasan dari semua kasih sayang yang telah di berikannya.

Syurga ada di telapak kaki Ibu, itu bukan hanya kiasan, tapi kenyataan, kebanyak kan mereka yang sukses dalam bekerja dan berumah tangga, adalah hasil dari keikhlasan dan Do´a seorang Ibu. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Ahqaaf 46 :15

”Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang ibu bapaknya, ibunya
telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah
dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a : ”Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal shaleh yang Engkau ridhai, dan berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku.

Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. Al Ahqaaf
46 :15).

Dan diperjelas, dalam sabda Rasulullah SAW, dari Abu Hurairah r.a ;
”Seorang laki-laki bertanya kepada
Rasulullah SAW,
”Ya, Rasulullah, siapakah dari keluargaku yang paling berhak dengan kebaktianku yang terbaik ?,
jawab beliau, ”Ibumu !,
dia bertanya, kemudian siapa ?
Rasulullah menjawab, “Ibumu !,
dia bertanya, kemudian siapa ?
Rasulullah menjawab, “Ibumu !,
dia bertanya, kemudian siapa ?
Rasulullah menjawab, “Bapakmu !

Maka bila kita ingin menggapai keridahoan dari Allah SWT, cintailah Orang tua kita, agar beliau senantiasa meridhoi kita dalam semua pekerjaan yang kita lakukan.

Sabda Rosululloh SAW : " Ridho ALLAH tergantung kepada keridhoan orang tua dan murka ALLAH tergantung kepada kemurkaan orang tua" (HR Bukhori, Ibnu Hibban)
Wallahu´alam bishawab.

No comments:

Post a Comment